Ventilator Hilang Ternyata Dicuri Pegawai RSUD Demi Kecanduan Judi Online
Publik Bangka Belitung digegerkan oleh kasus mengejutkan yang mencoreng dunia kesehatan. Sebanyak 17 unit ventilator milik RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dilaporkan hilang secara misterius. Setelah diselidiki lebih lanjut, pelakunya ternyata bukan pihak luar, melainkan pegawai internal rumah sakit sendiri. Yang lebih ironis, aksi pencurian itu dilakukan demi membiayai kecanduan judi online.
Kasus ini langsung menarik perhatian masyarakat luas, karena ventilator merupakan alat vital dalam penanganan pasien kritis, terlebih sejak pandemi COVID-19 menjadikannya simbol harapan hidup. Kini, alat-alat bernilai ratusan juta rupiah itu raib—digadaikan untuk sesuatu yang sama sekali tak bernilai: taruhan digital.
Terbongkar Setelah Audit Inventaris
Kejanggalan mulai tercium saat tim manajemen rumah sakit melakukan audit rutin terhadap alat kesehatan. Saat mencocokkan data inventaris, mereka menemukan bahwa belasan ventilator tak lagi berada di tempat penyimpanan.
Pihak rumah sakit segera melapor ke aparat kepolisian. Dalam waktu singkat, penyelidikan mengarah pada salah satu staf bagian logistik, berinisial M, yang diketahui memiliki akses terhadap gudang alat medis.
“M mengaku telah mencuri 17 ventilator dan menjualnya secara bertahap melalui perantara, untuk membayar utang judi online yang menumpuk,” ungkap Kapolres Pangkalpinang dalam konferensi pers.
Judi Online, Jerat Digital yang Merusak
Pengakuan pelaku membuka tabir gelap di balik wajah rumah sakit yang selama ini dipercaya publik. Ternyata, kecanduan judi online (judol) telah mengubah pegawai yang sebelumnya berprestasi menjadi pelaku kejahatan internal.
M mengaku awalnya hanya mencoba-coba bermain slot online dari iklan yang muncul di media sosial. Lama-kelamaan, ia terperangkap dalam utang dan ilusi “balik modal”, hingga nekat mencuri alat medis dan menjualnya diam-diam demi mengejar kekalahan.
“Awalnya cuma iseng, tapi lama-lama gak bisa lepas. Kalau kalah, rasanya harus main lagi buat nutup. Akhirnya saya gelap mata,” ujar M saat diperiksa.
Dampak Sistemik: Pasien Bisa Jadi Korban
Kehilangan ventilator tak hanya berdampak pada inventaris rumah sakit, tetapi juga berpotensi membahayakan pasien, terutama di ruang ICU yang sangat bergantung pada alat bantu napas tersebut. Pihak rumah sakit kini tengah mengupayakan pengadaan pengganti dan berkoordinasi dengan Pemprov Bangka Belitung agar layanan tidak terganggu.
Sementara itu, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Tak menutup kemungkinan, pasal tambahan dikenakan jika ditemukan indikasi penjualan barang milik negara tanpa izin.
Alarm Bagi Dunia Kesehatan dan Masyarakat Digital
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi instansi pelayanan publik, khususnya yang menyimpan aset negara bernilai tinggi. Lemahnya pengawasan internal dapat membuka celah bagi penyalahgunaan wewenang, apalagi jika dikombinasikan dengan kecanduan digital seperti judi online.
Bagi masyarakat umum, kasus ini mencerminkan betapa seriusnya ancaman judol—bukan hanya merusak finansial pribadi, tetapi bisa menyeret seseorang hingga melakukan kejahatan yang membahayakan nyawa orang lain. Karena pada akhirnya, satu klik judi mungkin terasa sepele, tapi bisa jadi awal dari kehancuran yang tidak terbayangkan.